Membaca Framing Tulisan Pandji Hari Ini

Tulisan Pandji yang baru rilis hari ini banyak mendapat pujian dari orang-orang di twitterland, YANG JADI PENDUKUNG ANIES-SANDI.

Namun bagi yang mengikuti terus perkembangan Pilgub DKI dan rekam jejak Ahok akan dengan mudah melihat framing yang dilakukan oleh Pandji. Wajarlah dia timsesnya Anies-Sandi.

Baiklah saya akan coba tunjukkan di mana framing-nya.

Paragraf pembuka tulisan Pandji berbicara tentang Munir. Betapa Pandji menjadi salah satu orang yang tegas MenolakLupa kasus Munir tersebut. Ini buat saya bingung, rasanya netizen lebih banyak bahas inkonsistensi nya Pandji dalam hal FPI, Soeharto dan Prabowo, kenapa ngomongin Munir. Ooh ujungnya Pandji ingin memberitahu kalo di pihak Ahok pun ada loh yg “gak bener”.

Ini jelas framing, Netizen bahas tulisan Pandji tentang banyak hal, eh yang dibahas malah ngomongin pihaknya Ahok. Loh emang timses Ahok ada yang nulis seperti Pandji? Rekam jejak penting loh Ndji, saya baca tulisan-tulisanmu dan sempat kagum. Justru pembahasan soal FPI, Soeharto dan Prabowo yang jadi sorotan tulisanmu dulu inkonsisten dengan Paslon yang Pandji dukung sekarang, malah secuil banget disinggung di tulisannya ini. Sekali lagi ini Framing.

Mengenai Pemprov kalah dalam kasus Pulau Reklamasi, Pandji framing sebagai kekalahan Gubernur DKI Jakarta. Bagaimana kalau menang dalam Tingkat Banding Ndji? Case nya mirip dengan Pulau G, keputusan PTUN saat itu pun mirip dengan keputusan PTUN tentang 3 pulau yang sekarang. Pulau G menang di tingkat banding loh. Tau alasan dibatalkannya Ndji? Karena kurang sosialisasi aja! Baca kultwit @kurawa. ? Saya kuatir kalo menang lagi di tingkat banding, Pandji mau ngomong apa.

Jelas sekali bahwa Pak Ahok ikuti aturan yang dibuat oleh pemerintah pusat. Bahkan Ahok sendiri bilang, lebih baik dibatalkan oleh pengadilan class action daripada dia yang batalin, bisa dituntut.
Baca di sini: http://m.tribunnews.com/metropolitan/2016/04/11/alasan-ahok-ngotot-tak-mau-batalkan-proyek-reklamasi

Bagaimana bisa framing Ahok pro Orba.  Tunjukkan pada saya bagaimana caranya Gubernur bisa menentang peraturan di atasnya. Misalnya membatalkan reklamasi. Sudah baca tulisan media berita terbaru tentang ucapan Paslon 3 tentang reklamasi?

Dalam Debat Putaran Pertama Pak Djarot pernah menanyakan masalah reklamasi. Apa jawab Anies? “Bila memang kebijakan pemerintah pusat itu lain soal tetapi …..” Malah ngelantur. Tonton lagu lah Ndji, di Youtube banyak.

Trus dibilang kita bingung dengan kalimat “siapa sih sebenarnya yang melanjutkan kebijakan orba?” Kita?Enggaklah, Pandji dan teman-teman saja yang bingung.

Trus Framing apalagi?

Dana off-budget.

Sekali lagi melakukan framing mengarahkan ke Paslon 2, bukannya membahas mengenai tulisan-tulisan nya yang dahulu yang tidak konsisten dengan apa yangvdilakukan Paslon pilihannya sekarang.

Jelas sekali cara mengelola dana CSR era Soeharto dan Basuki beda. Besaran dana CSR clear, nilai penggunaannya pun clear bisa diaudit. Pemprov tidak terima uang tetapi barang. Jadi aman buat Pemprov dan Gubernur. Bila ada salah hitung dana CSR maka beban ada pada perusahaan, bukan Pemprov. Jaman Soeharto apa dalam bentuk barang atau uang bang Pandji? Oh ya, udah dijawab dalam tulisannya dalam bentuk uang. Bisa dibantah hal ini?

Terus apa yang mau dilakukan Anies-Sandi dengan CSR? Melanjutkan kebijakan Ahok kan? Atau malah seperti gubernur-gubernur sebelumnya? Ngaco.

Nah ini yang mau saja jelaskan sekarang, merupakan alasan utama saya menulis ini.– maaf copas

Berhentilah Ndji melakukan framing untuk senjata kampanye politik.

Itu blo’on banget. Nuduh orang bingung padahal dia sendiri yang bingung. Netizen nanyain konsistensinya sekarang jika dibanding tulisan-tulisannya tentang FPI, Soeharto dan Prabowo dulu, koq malah nuduh Paslon 2 pro Orba gara-gara Reklamasi dan dana CSR. Udah jelas-jelas beda.

Kalau kurang paham juga, saya jelasin maunya netizen Pandji buat tulisan seperti ini loh:
– Saya dukung Anies yang meminta dukungan FPI karena bla-bla-bla, mengenai tulisan saya dulu tentang FPI karena bla-bla-bla
– Saya dukung Anies yang meminta dukungan Keluarga Soeharto karena bla-bla-bla, mengenai tulisan saya dulu tentang Soeharto karena bla-bla-bla
– Saya dukung Anies yang meminta dukungan Prabowo karena bla-bla-bla, mengenai tulisan saya dulu tentang Prabowo karena bla-bla-bla

Jadi netizen mengkritik Pandji karena sosok Pandji sebelumnya dianggap sebagai contoh anak muda yang idealis koq berubah. Eeh Pandji malah suruh pembaca kembali ke gagasan, what? Itu kan tugas dia sebagai timses Anies-Sandi. Kritik ini tentang kamu Ndji, bukan tentang Anies-Sandi.

Jadi wajarlah kalau netizem ada yang merasa Pandji dibayar atau Pandji udah berubah.

Di akhir kata Pandji bilang kita jangan terlalu naif mendukung seseorang.

Justru itu yang kita rasakan dari kamu Ndji!

Tapi ya sudahlah. Itu sudah menjadi prinsip Pandji katanya.

Tadi mau kritik gagasan OKOCE, OKOTrip, KJP Plus, DPNol. Ah sudahlah. Orangnya gitu.

Satria Piningit? Jaka sembung bawa golok itu mah.

Pintar-Pintar Beragama-lah Biar Masuk Sorga

Walau judul tulisan ini “Pintar-pintar beragama-lah biar masuk sorga” menimbulkan kesan merasa pintar, bukan samasekali, saya hanya coba berbagi pandangan saja tentang beragama.

Walau isu ini sensitif, saya percaya anda cukup dewasa dan open mind untuk melihat sudut pandang orang lain.

Sebelum masuk ke teori, terlebih dahulu harus ada pre-kondisi teori yang mau saya sampaikan. Pre-kondisi untuk menyamakan persepsi. Tiga pre-kondisinya, yaitu:

  • Tuhan itu Maha Esa. Hanya ada Satu Tuhan atas seluruh alam semesta.
  • SETIAP agama merasa lebih benar dari agama lainnya.
  • Semua agama mengajarkan kebaikan, kasih sayang dan perdamaian.

Bila persepsi pre-kondisi nya sudah sama yaitu kondisi di atas, baru saya bisa lanjut untuk coba sharing jawaban pertanyaan fenomenal berikut : “Kalau begitu agama mana yang benar?”

Ada tiga teori jawaban.

Teori pertama: Semua agama benar.

Anda boleh beragama apa saja asal dijalankan dengan benar, anda akan masuk sorga.

Tuhan (Yang Maha Esa) sebenarnya menguji manusia menggunakan dalil-dalil agama, apakah anda akan bertahan (konsisten) dengan agama anda apa tidak. Anda Kristen melakukan perintah agama Kristen dgn baik akan masuk sorga. Anda Islam, melakukan perintah agama Islam dgn baik anda masuk sorga. Demikain agam lain. Dengan teori inj, bila anda menghina bahkan menghukum orang lain karena agamanya malah membuat Tuhan marah bukan? Karena Tuhan yang menciptakan agama-agama ini.

Teori kedua: Salah satu agama benar.

Hanya ada satu agama yang benar tetapi tidak ada seorangpun yang tahu agama apa, sampai pada akhirat.

Tuhan (Yang Maha Esa) membiarkan agama lain berkembang untuk menguji keimanan anda. Masalahnya anda kan tidak tahu mana yang benar menurut Tuhan. Anda hanya tahu yang benar karena kitab agama anda yang mengatakan atau karena anda mengimani.

Misalkan di akhirat anda memeluk agama yang salah, masa anda sudah berbuat baik menjaga kekudusan dan hidup dalam kebenaran akan membuang anda ke api neraka?
Jadi apakah anda akan menyalah-nyalahkan agama orang lain atau menghukum orang lain karena berbeda agama sementara yang paling tahu agama yang benar adalah Tuhan sendiri? Jadi seharusnya berbuatlah seolah semua agama yang bermuara pada penyembahan pada Tuhan dianggap benar sehingga anda tudak disalahkan.

Teori ketiga: Tidak ada agama yang benar.

Bila sampai ini yang terjadi pun bukankah kita sudah hidup dengan aturan dan hudi pekerti yang benar yang membedakan kita dengan binatang, atau paling tidak membuat kita tidak seperti binatang?

 

Kesimpulan

Dari ketiga teori tadi, dapat ditarik kesimpulan:

  • Anda tetap harus mempunyai agama sesuai dengan keyakinan anda
  • Anda tidak boleh menghina atau menghakimi agama orang lain, ingatlah bila teori pertama atau kedua benar
  • Bila ada yang bertanya bagaimana bila teori ketiga yang benar? Saya akan jawab: bagaimana bila bukan? Jadi mau tidak mau anda harus beriman di salah satu agama yang sesuai dengan hati nurani dan keyakinan anda
  • Anda bisa merasa paling benar dengan agama anda tetapi anda tidak bisa memaksa pilihan agama orang lain atau pendapatnya tentang agama anda
  • Menghakimi pilihan agama atau penghinaan agama yang dilakukan oleh orang lain seharusnya menjadi ranahnya Tuhan.

Ingat teori2 diatas adalah didasarkam pre-kondisi yang disebutkan sebelumnya.

Semoga tulisan ini bisa mencerahkan atau jadi bahan diskusi. Monggo.

Dan semoga kita yang beragama masuk sorga.

Jangan sekali-sekali Melupakan Sejarah

​imi saya dapat dari group WA.

*Sejarah Singkat PKI…. Berikut ini kiriman WA dari pak Ginanjar Kartasasmita ttg PKI:

Assalamu alaikum wr wb.. Bpk/Ibu/Adik2 yg lahir setelah th.1965.

Sejarah masa lalu mdh2an tdk terulang lagi. Agak panjang ceritanya, ttp menarik utk disimak :
“JASMERAH”
(JANGAN SEKALI-KALI MELUPAKAN/MENINGGALKAN SEJARAH)
Data kronologis melengkapi tulisan ttg PKI
PKI: TAHUN 1945 s/d 1965
Bismillaah Wal Hamdulillaah…

Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata illaa Billaah…
A. KRONOLOGIS
1. Tanggal 8 Oktober 1945: Gerakan Bawah Tanah PKI membentuk API (Angkatan Pemuda Indonesia) dan AMRI (Angkatan Muda Republik Indonesia).
2. Medio Oktober 1945: AMRI Slawi pimpinan Sakirman dan AMRI Talang pimpinan Kutil meneror, menangkap, dan membunuh sejumlah Pejabat Pemerintah di Tegal.
3. Tanggal 17 Oktober 1945: Tokoh Komunis Banten Ce’ Mamat yg terpilih sebagai Ketua KNI (Komite Nasional Indonesia) membentuk DPRS (Dewan Pemerintahan Rakyat Serang) dan merebut pemerintahan Keresidenan Banten melalui teror dengan kekuatan massanya.
4. Tanggal 18 Oktober 1945: Badan Direktorium Dewan Pusat yg dipimpin Tokoh Komunis Tangerang, Ahmad Khoirun, membentuk laskar yg diberi nama Ubel-Ubel dan mengambil alih kekuasaan pemerintahan Tangerang dari Bupati Agus Padmanegara.
5. Tanggal 21 Oktober 1945: PKI dibangun kembali secara terbuka.
6. Tanggal 4 November 1945: API dan AMRI menyerbu Kantor Pemda Tegal dan Markas TKR, tapi gagal. Lalu membentuk Gabungan Badan Perjuangan Tiga Daerah untuk merebut kekuasaan di Keresidenan Pekalongan yg meliputi Brebes, Tegal, dan Pemalang.
7. Tanggal 9 Desember 1945: PKI Banten pimpinan Ce’ Mamat menculik dan membunuh Bupati Lebak R. Hardiwinangun di Jembatan Sungai Cimancak.
8. Tanggal 12 Desember 1945: Ubel-Ubel Mauk yg dinamakan Laskar Hitam di bawah pimpinan Usman membunuh Tokoh Nasional Otto Iskandar Dinata.
9. Tanggal 12 Februari 1946: PKI Cirebon di bawah pimpinan Mr.Yoesoef dan Mr.Soeprapto membentuk Laskar Merah merebut kekuasaan Kota Cirebon dan melucuti TRI.
10. Tanggal 14 Februari 1946: TRI merebut kembali Kota Cirebon dari PKI.
11. Tanggal 3 – 9 Maret 1946: PKI Langkat – Sumatera di bawah pimpinan Usman Parinduri dan Marwan dengan gerakan massa atas nama revolusi sosial menyerbu Istana Sultan Langkat Darul Aman di Tanjung Pura, membunuh Sultan bersama keluarganya, dan menjarah harta kekayaannya.
12. Tahun 1947: Kader PKI Amir Syarifuddin Harahap berhasil jadi PM Republik Indonesia dan membentuk kabinet.
13. Tanggal 17 Januari 1948: PM Amir Syarifuddin Harahap menggelar Perjanjian Renville dengan Belanda.
14. Tanggal 23 Januari 1948: Presiden Soekarno membubarkan Kabinet PM Amir Syarifuddin Harahap dan menunjuk Wapres M Hatta untuk membentuk Kabinet baru.
15. Bulan Januari 1948: PKI membentuk FDR (Front Demokrasi Rakyat) yg dipimpin oleh Amir Syarifuddin untuk beroposisi terhadap Kabinet Hatta.
16. Tanggal 29 Mei 1948: M. Hatta melakukan ReRa (Reorganisasi dan Rasionalisasi) terhadap TNI dan PNS untuk dibersihkan dari unsur-unsur PKI.
17. Bulan Mei 1948: Muso pulang kembali dari Moskow – Rusia setelah 12 (dua belas) tahun tinggal disana.
18. Tanggal 23 Juni – 18 Juli 1948: PKI Klaten melalui SARBUPRI (Serikat Buruh Perkebunan Republik Indonesia) melakukan pemogokan massal untuk merongrong Pemerintah RI.
19. Tanggal 11 Agustus 1948: Muso memimpin FDR / PKI dan merekonstruksi Politbiro PKI, termasuk DN Aidit, MH Lukman, dan Nyoto.
20. Tanggal 13 Agustus 1948: Muso yg bertemu Presiden Soekarno diminta untuk memperkuat Perjuangan Revolusi. Namun dijawab bahwa dia pulang untuk menertibkan keadaan, yaitu untuk membangun dan memajukan FDR / PKI.
21. Tanggal 19 Agustus 1948: PKI Surakarta membuat KERUSUHAN membakar pameran HUT RI ke-3 di Sriwedari – Surakarta, Jawa Tengah.
22. Tanggal 26 – 27 Agustus 1948: Konferensi PKI
23. Tanggal 31 Agustus 1948: FDR dibubarkan, lalu Partai Buruh dan Partai Sosialis berfusi ke PKI.
24. Tanggal 5 September 1948: Muso dan PKI-nya menyerukan RI agar berkiblat ke UNI SOVIET.
25. Tanggal 10 September 1948: Gubernur Jawa Timur RM Ario Soerjo dan dua perwira polisi dicegat massa PKI di Kedunggalar – Ngawi dan dibunuh, serta jenazahnya dibuang di dalam hutan.
26. Medio September 1948: Dr. Moewardi yang bertugas di Rumah Sakit Solo dan sering menentang PKI diculik dan dibunuh oleh PKI, begitu juga Kol. Marhadi diculik dan dibunuh oleh PKI di Madiun, kini namanya jadi nama Monumen di alun-alun Kota Madiun.
27. Tanggal 13 September 1948: Bentrok antara TNI pro pemerintah dengan unsur TNI pro PKI di Solo.
28. Tanggal 17 September 1948: PKI menculik para Kyai Pesantren Takeran di Magetan. KH Sulaiman Zuhdi Affandi digelandang secara keji oleh PKI dan dikubur hidup-hidup di sumur pembantaian Desa Koco, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan. Di sumur tersebut ditemukan 108 (seratus delapan) kerangka jenazah korban kebiadaban PKI. Selain itu, ratusan orang ditangkap dan dibantai PKI di Pabrik Gula Gorang Gareng.
29. Tanggal 18 September 1948: Kolonel Djokosujono dan Sumarsono mendeklarasikan NEGARA REPUBLIK SOVIET INDONESIA dengan Muso sebagai Presiden dan Amir Syarifuddin Harahap sebagai Perdana Menteri.
30. Tanggal 19 September 1948: Soekarno menyerukan rakyat Indonesia untuk memilih Muso atau Soekarno – Hatta. Akhirnya, pecah perang di Madiun: Divisi I Siliwangi pimpinan Kol. Soengkono menyerang PKI dari Timur dan Divisi II pimpinan Kol. Gatot Soebroto menyerang PKI dari Barat
31. Tanggal 19 September 1948: PKI merebut Madiun, lalu menguasai Magetan, Ponorogo, Pacitan, Trenggalek, Ngawi, Purwantoro, Sukoharjo, Wonogiri, Purwodadi, Kudus, Pati, Blora, Rembang, dan Cepu, serta kota-kota lainnya.
32. Tanggal 20 September 1948: PKI Madiun menangkap 20 orang polisi dan menyiksa serta membantainya.
33. Tanggal 21 September 1948: PKI Blitar menculik dan menyembelih Bupati Blora Mr.Iskandar dan Camat Margorojo – Pati Oetoro, bersama tiga orang lainnya, yaitu Dr.Susanto, Abu Umar, dan Gunandar, lalu jenazahnya dibuang ke sumur di Dukuh Pohrendeng Desa Kedungringin Kecamatan Tujungan Kabupaten Blora.
34. Tanggal 18 – 21 September 1948: PKI menciptakan 2 (dua) Ladang Pembantaian / Killing Fields dan 7 (tujuh) Sumur Neraka di MAGETAN untuk membuang semua jenazah korban yang mereka siksa dan bantai:
a. Ladang Pembantaian Pabrik Gula Gorang Gareng di Desa Geni Langit.

b. Ladang Pembantaian Alas Tuwa di Desa Geni Langit.

c. Sumur Neraka Desa Dijenan Kecamatan Ngadirejo Kabupaten Magetan.

d. Sumur Neraka Desa Soco I Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan.

e. Sumur Neraka Desa Soco II Kecamatan Bendo Kabupaten Magetan.

f. Sumur Neraka Desa Cigrok Kecamatan Kenongomulyo Kabupaten Magetan.

g. Sumur Neraka Desa Pojok Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan.

h. Sumur Neraka Desa Bogem Kecamatan Kawedanan Kabupaten Magetan

i. Sumur Neraka Desa Batokan Kecamatan Banjarejo Kabupaten Magetan.
35. Tanggal 30 September 1948: Panglima Besar Jenderal Sudirman mengumumkan bahwa tentara Pemerintah RI berhasil merebut dan menguasai kembali Madiun. Namun Tentara PKI yg lari dari Madiun memasuki Desa Kresek Kecamatan Wungu Kabupaten Dungus dan membantai semua tawanan yg terdiri dari TNI, Polisi, Pejabat Pemerintah, Tokoh Masyarakat dan Ulama, serta Santri.
36. Tanggal 4 Oktober 1948: PKI membantai sedikitnya 212 tawanan di ruangan bekas Laboratorium dan gudang dinamit di Tirtomulyo Kabupaten Wonogiri – Jawa Tengah.
37. Tanggal 30 Oktober 1948: Para pimpinan Pemberontakan PKI di Madiun ditangkap dan dihukum mati, adalah Muso, Amir Syarifuddin, Suripno, Djokosujono, Maruto Darusman, Sajogo, dan lainnya.
38. Tanggal 31 Oktober 1948: Muso dieksekusi di Desa Niten Kecamatan Sumorejo Kabupaten Ponorogo. Sedang MH Lukman dan Nyoto pergi ke pengasingan di Republik Rakyat China (RRC).
39. Akhir November 1948: Seluruh pimpinan PKI Muso berhasil dibunuh atau ditangkap, dan seluruh daerah yg semula dikuasai PKI berhasil direbut, antara lain: Ponorogo, Magetan, Pacitan, Purwodadi, Cepu, Blora, Pati, Kudus, dan lainnya.
40. Tanggal 19 Desember 1948: Agresi Militer Belanda II ke Yogyakarta.
41. Tahun 1949: PKI tetap tidak dilarang; sehingga tahun 1949 dilakukan rekonstruksi PKI, dan tetap tumbuh berkembang hingga tahun 1965.
42. Awal Januari 1950: Pemerintah RI dengan disaksikan puluhan ribu masyarakat yg datang dari berbagai daerah seperti Magetan, Madiun, Ngawi, Ponorogo dan Trenggalek, melakukan pembongkaran 7 (tujuh) Sumur Neraka PKI dan mengidentifikasi para korban. Di Sumur Neraka Soco I ditemukan 108 kerangka mayat yg 68 dikenali dan 40 tidak dikenali, sedang di Sumur Neraka Soco II ditemukan 21 kerangka mayat yg semuanya berhasil diidentifikasi. Para korban berasal dari berbagai kalangan Ulama dan Umara serta Tokoh Masyarakat.
43. Tahun 1950: PKI memulai kembali kegiatan penerbitan Harian Rakyat dan Bintang Merah.
44. Tanggal 6 Agustus 1951: Gerombolan Eteh dari PKI menyerbu Asrama Brimob di Tanjung Priok dan merampas semua senjata api yang ada.
45. Tahun 1951: Dipa Nusantara Aidit memimpin PKI sebagai Partai Nasionalis yg sepenuhnya mendukung Presiden Soekarno; sehingga disukai Soekarno, lalu Lukman dan Nyoto pun kembali dari pengasingan untuk membantu DN Aidit membangun kembali PKI.
46. Tahun 1955: PKI ikut Pemilu pertama di Indonesia dan berhasil masuk empat Besar setelah MASYUMI, PNI dan NU.
47. Tanggal 8 – 11 September 1957: Kongres Alim Ulama Seluruh Indonesia di Palembang – Sumatera Selatan mengharamkan ideologi Komunis dan mendesak Presiden Soekarno untuk mengeluarkan Dekrit Pelarangan PKI dan semua mantel organisasinya, tapi ditolak oleh Soekarno.
48. Tahun 1958: Kedekatan Soekarno dengan PKI mendorong Kelompok Anti PKI di Sumatera dan Sulawesi melakukan koreksi hingga melakukan pemberontakan terhadap Soekarno. Saat itu MASYUMI dituduh terlibat; karena Masyumi merupakan MUSUH BESAR PKI
49. Tanggal 15 Februari 1958: Para pemberontak di Sumatera dan Sulawesi mendeklarasikan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), namun pemberontakkan ini berhasil dikalahkan dan dipadamkan.
50. Tanggal 11 Juli 1958: DN Aidit dan Rewang mewakili PKI ikut Kongres Partai Persatuan Sosialis Jerman di Berlin.
51. Bulan Agustus 1959: TNI berusaha menggagalkan Kongres PKI, namun kongres tersebut tetap berjalan karena ditangani sendiri oleh Presiden Soekarno.
52. Tahun 1960: Soekarno meluncurkan slogan NASAKOM (Nasional, Agama dan Komunis) yg didukung penuh oleh PNI, NU dan PKI. Dengan demikian PKI kembali terlembagakan sebagai bagian dari Pemerintahan RI.
53. Tanggal 17 Agustus 1960: Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.200 Th.1960 tertanggal 17 Agustus 1960 tentang PEMBUBARAN MASYUMI (Majelis Syura Muslimin Indonesia) dengan dalih tuduhan keterlibatan Masyumi dalam pemberotakan PRRI, padahal hanya karena ANTI NASAKOM.
54. Pertengahan Tahun 1960: Departemen Luar Negeri AS melaporkan bahwa PKI semakin kuat dengan keanggotaan mencapai 2 (dua) juta orang.
55. Bulan Maret 1962: PKI resmi masuk dalam pemerintahan Soekarno. DN Aidit dan Nyoto diangkat oleh Soekarno sebagai Menteri Penasehat.
56. Bulan April 1962: Kongres PKI.
57. Tahun 1963: PKI memprovokasi Presiden Soekarno untuk Konfrontasi dengan Malaysia, dan mengusulkan dibentuknya Angkatan Kelima yg terdiri dari BURUH dan TANI untuk dipersenjatai dengan dalih ”mempersenjatai rakyat untuk bela negara” melawan Malaysia.
58. Tanggal 10 Juli 1963: Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.139 th.1963 tertanggal 10 Juli 1963 tentang PEMBUBARAN GPII (Gerakan Pemuda Islam Indonesia), lagi-lagi hanya karena ANTI NASAKOM.
59. Tahun 1963: Atas desakan dan tekanan PKI terjadi Penangkapan Tokoh-Tokoh Masyumi dan GPII serta Ulama Anti PKI, antara lain: KH. Buya Hamka, KH. Yunan Helmi Nasution, KH. Isa Anshari, KH. Mukhtar Ghazali, KH. EZ. Muttaqien, KH. Soleh Iskandar, KH. Ghazali Sahlan dan KH. Dalari Umar.
60. Bulan Desember 1964: Chaerul Saleh Pimpinan Partai MURBA (Musyawarah Rakyat Banyak) yg didirikan oleh mantan Pimpinan PKI, Tan Malaka, menyatakan bahwa PKI sedang menyiapkan KUDETA.
61. Tanggal 6 Januari 1965: Atas desakan dan tekanan PKI terbit Surat Keputusan Presiden RI No.1 / KOTI / 1965 tertanggal 6 Januari 1965 tentang PEMBEKUAN PARTAI MURBA, dengan dalih telah memfitnah PKI
62. Tanggal 13 Januari 1965: Dua

sayap PKI, yaitu PR (Pemuda Rakyat) dan BTI (Barisan Tani Indonesia) menyerang dan menyiksa peserta Training PII (Pelajar Islam Indonesia) di Desa Kanigoro Kecamatan Kras Kabupaten Kediri, sekaligus melecehkan pelajar wanitanya, dan juga merampas sejumlah Mushaf Al-Qur’an dan merobek serta menginjak-injaknya.
63. Awal Tahun 1965: PKI dengan 3 juta anggota menjadi Partai Komunis terkuat di luar Uni Soviet dan RRT. PKI memiliki banyak Ormas, antara lain: SOBSI (Serikat Organisasi Buruh Seluruh Indonesia), Pemuda Rakjat, Gerwani, BTI (Barisan Tani Indonesia), LEKRA (Lembaga Kebudayaan Rakjat), dan HSI (Himpunan Sardjana Indonesia).
64. Tanggal 14 Mei 1965: Tiga sayap organisasi PKI yaitu PR, BTI, dan GERWANI merebut perkebunan negara di Bandar Betsi, Pematang Siantar, Sumatera Utara, dengan menangkap dan menyiksa serta membunuh Pelda Sodjono penjaga PPN (Perusahaan Perkebunan Negara) Karet IX Bandar Betsi.
65. Bulan Juli 1965: PKI menggelar pelatihan militer untuk 2000 anggotanya di Pangkalan Udara Halim dengan dalih ”mempersenjatai rakyat untuk bela negara”, dan dibantu oleh unsur TNI Angkatan Udara.
66. Tanggal 21 September 1965: Atas desakan dan tekanan PKI terbit Keputusan Presiden RI No.291 th.1965 tertanggal 21 September 1965 tentang PEMBUBARAN PARTAI MURBA, karena sangat memusuhi PKI.
67. Tanggal 30 September 1965 pagi: Ormas PKI Pemuda Rakjat dan Gerwani menggelar Demo Besar di Jakarta.
68. Tanggal 30 September 1965 malam: Terjadi Gerakan G30S / PKI atau disebut juga GESTAPU (Gerakan September Tiga Puluh):
a. PKI menculik dan membunuh 6 (enam) Jenderal Senior TNI AD di Jakarta dan membuang mayatnya ke dalam sumur di LUBANG BUAYA – Halim, mereka adalah : Jenderal Ahmad Yani, Letjen R.Suprapto, Letjen MT Haryono, Letjen S. Parman, Mayjen Panjaitan, dan Mayjen Sutoyo Siswomiharjo.
b. PKI juga menculik dan membunuh Kapten Pierre Tendean karena dikira Jenderal Abdul Haris Nasution.
c. PKI pun membunuh AIP KS Tubun seorang Ajun Inspektur Polisi yang sedang bertugas menjaga rumah kediaman Wakil PM Dr. J. Leimena yang bersebelahan dengan rumah Jenderal AH Nasution.
d. PKI juga menembak putri bungsu Jenderal AH Nasution yang baru berusia 5 (lima) tahun, Ade Irma Suryani Nasution, yg berusaha menjadi perisai ayahandanya dari tembakan PKI, kemudian ia terluka tembak dan akhirnya wafat pada tanggal 6 Oktober 1965.
e. G30S / PKI dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung yg membentuk tiga kelompok gugus tugas penculikan, yaitu: Pasukan Pasopati dipimpin Lettu Dul Arief, dan Pasukan Pringgondani dipimpin Mayor Udara Sujono, serta Pasukan Bima Sakti dipimpin Kapten Suradi.
f. Selain Letkol Untung dan kawan-kawan, PKI didukung oleh sejumlah perwira ABRI / TNI dari berbagai angkatan, antara lain:
– Angkatan Darat: Mayjen TNI Pranoto Reksosamudro, Brigjen TNI Soepardjo, dan Kolonel  A. Latief
– Angkatan Laut: Mayor KKO Pramuko Sudarno, Letkol Laut Ranu Sunardi, dan Komodor Laut Soenardi
– Angakatan Udara: Men / Pangau Laksdya Udara Omar Dhani, Letkol Udara Heru Atmodjo, dan Mayor Udara Sujono
– Kepolisian: Brigjen Pol. Soetarto, Kombes Pol. Imam Supoyo dan AKBP Anwas Tanuamidjaja.
69. Tanggal 1 Oktober 1965: PKI di Yogyakarta juga membunuh Brigjen Katamso Darmokusumo dan Kolonel Sugiono. Lalu di Jakarta PKI mengumumkan terbentuknya DEWAN REVOLUSI baru yg telah mengambil alih kekuasaan.
70. Tanggal 2 Oktober 1965: Soeharto mnegambil alih kepemimpinan TNI dan menyatakan Kudeta PKI gagal, dan mengirim TNI AD menyerbu dan merebut pangkalan udara Halim dari PKI.
71. Tanggal 6 Oktober 1965: Soekarno menggelar Pertemuan Kabinet dan Menteri PKI ikut hadir serta berusaha melegalkan G30S, tapi ditolak, bahkan terbit Resolusi Kecaman terhadap G30S, lalu usai rapat Nyoto pun langsung ditangkap.
72. Tanggal 13 Oktober 1965: Ormas Anshor NU gelar Aksi unjuk rasa Anti PKI di seluruh Jawa.
73. Tanggal 18 Oktober 1965: PKI menyamar sebagai Anshor Desa Karangasem (kini Desa Yosomulyo) Kecamatan Gambiran, lalu mengundang Anshor Kecamatan Muncar untuk pengajian. Saat Pemuda Anshor Muncar datang, mereka disambut oleh Gerwani yg menyamar sebagai Fatayat NU, lalu mereka diracuni, setelah keracunan mereka dibantai oleh PKI dan jenazahnya dibuang ke Lubang Buaya di Dusun Cemetuk Desa / Kecamatan Cluring Kabupaten Banyuwangi. Sebanyak 62 (enam puluh dua) orang Pemuda Anshor yg dibantai, dan ada beberapa pemuda yg selamat dan melarikan diri, sehingga menjadi saksi mata peristiwa. Peristiwa tragis itu disebut Tragedi Cemetuk, dan kini oleh masyarakat secara swadaya dibangun Monumen Pancasila Jaya.
74. Tanggal 19 Oktober 1965: Anshor NU dan PKI mulai bentrok di berbagai daerah di Jawa.
75. Tanggal 11 November 1965: PNI dan PKI bentrok di Bali.
76. Tanggal 22 November 1965: DN Aidit ditangkap dan diadili serta dihukum mati.
77. Bulan Desember 1965: Aceh dinyatakan telah bersih dari PKI.
78. Tanggal 11 Maret 1966: Terbit Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) dari Presiden Soekarno yg memberi wewenang penuh kepada Soeharto untuk mengambil langkah pengamanan Negara RI.
79. Tanggal 12 Maret 1966: Soeharto melarang secara resmi PKI.
80. Bulan April 1966: Soeharto melarang Serikat Buruh pro PKI yaitu SOBSI.
81. Tanggal 13 Februari 1966: Bung Karno masih tetap membela PKI, bahkan secara terbuka di dalam pidatonya di muka Front Nasional di Senayan mengatakan, ”Di Indonesia ini tidak ada partai yang pengorbanannya terhadap Nusa dan Bangsa sebesar PKI…”
82. Tanggal 5 Juli 1966: Terbit TAP MPRS No.XXV th.1966 yang ditanda-tangani Ketua MPRS RI Jenderal TNI AH Nasution tentang Pembubaran PKI dan Pelarangan penyebaran paham Komunisme, Marxisme, dan Leninisme.
83. Bulan Desember 1966: Sudisman mencoba menggantikan Aidit dan Nyoto untuk membangun kembali PKI, tapi ditangkap dan dijatuhi hukuman mati pada tahun 1967.
84. Tahun 1967: Sejumlah kader PKI seperti Rewang, Oloan  , dan Ruslan Widjajasastra, bersembunyi di wilayah terpencil di selatan Blitar bersama kaum Tani PKI.
85. Bulan Maret 1968: Kaum Tani PKI di selatan Blitar menyerang para pemimpin dan kader NU, sehingga 60 (enam puluh) orang NU tewas dibunuh.

86. Pertengahan 1968: TNI menyerang Blitar dan menghancurkan persembunyian terakhir PKI.
87. Dari tahun 1968 s/d 1998: Sepanjang Orde Baru secara resmi PKI dan seluruh mantel organisasinya dilarang di seluruh Indonesia dengan dasar TAP MPRS No.XXV th.1966.
88. Dari tahun 1998 s/d 2015: Pasca Reformasi 1998 pimpinan dan anggota PKI yg dibebaskan dari penjara, beserta keluarga dan simpatisannya yg masih mengusung IDEOLOGI KOMUNIS, justru menjadi pihak paling diuntungkan, sehingga kini  mereka merajalela melakukan aneka gerakan pemutarbalikan fakta sejarah dan memposisikan PKI sebagai PAHLAWAN.
Semoga kita semua Waspada terhadap kebangkitan PKI. Aamiin yaa robbal ‘alamien.
*Mohon bantu share*

ME-A-COFFEE: Penjualan kopi unik!

mea-coffee

Tiga bulan lagi,  tanggal 27/12/2016 ada softlaunching produk kopi baru. Namanya ME-A-COFFEE.  Dengan tagline “Kopi untuk setiap pribadi”  atau “Coffee for every single one” penjualan kopi ini mempunyai cara pemasaran yang unik.

Kopi hanya dijual melalui website. Tahap awal tidak dibuka untuk umum tetapi hanya kalangan terbatas. Bahkan nama websitenya pun akan diumumkan sekitar dua minggu kemudian.

Ketika dilakukan wawancara dengan CEO ME-A-COFFEE apakah ada racikan khusus produk yang dijual?  Jawabnya “Kami bukan perakit,  kami hanya mengambil kopi murni dari petani,  memilih dan memilahkan yang terbaik dan mengemasnya untuk anda!”. Kelihatan sederhana  bukan? Sepertinya.

“Kami akan menjual kopi yang dibuat dalam grade tertentu dan jenis asal lokasi kopi”

Jadi apakah kopi itu dari Indonesia saja?
“Pada tahap awal dari Indonesia dulu,  seperti dari Aceh,  Medan,  Lampung,  Makassar,  dll. Namun tidak menutup kemungkinan untuk mengambil dari negara lain. ”

Apakah yang dijadikan benchmark dalam mengukur grade kopi teersebut?
” Disitulah uniknya,  kami menciptakan sendiri standard kami. Syukur-syukur kalau standard grade ini bisa diikut produaen kopi lainnnya.. Hehe. Kami saat ini mempunyai 12 orang pencicip kopi yang akan menentukan grade kopi dan bahkan meng-create grade baru untuk kopi yang terasa berbeda. Bahkan dalam plan kami tugas pencicip kopi akan diambil alih juga oleh komunitas”

Jenis kopi apa saja yang akan dijual saat ini?

“Saat ini kami akan menjual retail dalam kemasan khusus dan dalam bentuk bubuk,  supaya rata-rata orang bisa langsung menyeduhnya. Selain itu kami juga menjual alat-alat pembuat kopi supaya orang bisa dengan gampang langsung bisa menikmati kopi. ”

Dalam menjual kopi kami akan menggunakan rating dan Mea’ Choice, sehingga setiap pembeli dapat mempertimbangkan pilihannya sendiri.

Trus kapan bisa mulai dicicipi kopinya pak?

“Tunggu tanggal mainnya… Hehehe” Sambil berlalu.

Kontroversi Agama Tidak Akan Pernah Berakhir (2)

Bulan-bulan ini isu soal agama sedang ramai diributkan di sosial media. Terutama sejak Jokowi terpilih jadi Presiden dan wakilnya Basuki Tjahja Purnama otomatis akan menggantikan posisi pak Jokowi.

FPI dan sifat Ahok berhasil membuat kutub yang jelas khususnya antara agama Islam dan Kristen. Masyarakat pun mulai bereaksi. Khususnya umat muslim sebagai pemeluk agama mayoritas punya dua kelompok besar yang berbeda pendapat.

Yang satu mendukung dinamika perubahan khususnya mengenai pejabat non muslim, sedang yang lain ingin dihargai sebagai umat yang mayoritas.

Akhirnya berbagai macam link pun saling share di medsos untuk mendukung pendapat yang satu untuk mematahkan argumen pendapat yang lain.

Bahkan sudah semakin vulgar menuduh kelompok yang satu dengan yang lainnya.

Tentu sebagai umat Kristen saya lebih pro ke umat Islam yang lebih liberal yang menghargai perbedaan, bukan yang eksklusif Islam atau Islam militan.

Tetapi bukan itu yang ingin saya sampaikan di sini.

Seperti judul yang saya tulis, agama akan selalu menjadi kontroversi, bukan hanya antar agama, bahkan di dalam agama itu sendiri pun terjadi kontroversi.

Pembagian brosur dan souvenir lainnya dengan maksud mengenalkan agama Kristen seperti dalam tayangan Car Free Day saya yakin banyak pemeluk Kristen pun tidak setuju upaya penyebaran “kabar baik” seperti itu. Sama halnya dengan ketidaksetujuan sebagian umat Islam dengan cara-cara FPI menunjukkan ke”Islam”an di Indonesia.

Terus bagaimana solusinya menghadapi kontroversi ini?

Umat manusia hanyalah titik-titik debu di jagat alam raya ini. Ukuran Bumi ibarat bola golf dan bola basket bila dibandingkan dengan Jupiter, bagaimana dibandingkan dengan matahari, bagaimana dengan galaksi, bagaimana dengan jagat raya?

Persoalan perbedaan agama jadi tidak ada artinya di Mata Tuhan semagai pemilik jagat raya ini. Agama yang satu dengan yang lainnya jadi tidak berarti di hadapan Tuhan.

Apakah tidak terpikir bahwa Tuhan sendiri yang menciptakan perbedaan? Apa tidak terpikir bahwa mungkin juga satu agama yang benar, tetapi Tuhan tidak beritahu agama apa itu, ternyata Tuhan hanya ingin tahu bagaimana cara kita memeluk/meyakini agama tersebut?

Jadi, yang terbaik adalah, jalankanlah agama kita masing-masing, dengan sebaik-baiknya menurut keyakinan masing-masing. Biarlah orang lain tertarik masuk ke agama yang anda peluk karena keyakinannya sendiri. Jangan coba-coba menarik orang lain ke agama anda, eh malah anda yang tidak masuk sorga. Janganlah menuduh orang kafir, eh malah nanti Tuhan yang membuang anda ke neraka.

Semua agama mengajarkan perbuatan baik. Lakukan saja itu. Semoga perbedaan bukan jadi alat untuk berdebat sehingga menjadi kontroversi yang tidak akan pernah berakhir.
Berusahalah untuk ingin tahu agama lain, sehingga begitu anda mengetahuinya, ada dua akibat, anda semakin kuat dalam iman dengan agamamu, atau berpindah keyakinan. Dan tidak ada yang tersakiti, karena itu hak yang Tuhan berikan buat anda.

Baca juga kontroversi agama versi yang lama. Dimana anda bisa lihat bagaimana komen positif orang mengenai pemikiran ini.

Asuransi Pengangkutan

Dalam dunia usaha pendistribuaian barang hasil produksinya merupakan mata rantai penting supaya produknya bisa terjual ke pasar.

Kegagalan dalam pengiriman dipastikan akan mempengaruhi cash flow perusahaan maupun kepercayaan konsumen.

Untuk mengurangi kerugian finansial perusahaan akibat accident yang terjadi selama barang dalam proses pendistribusian,  maka diperlukan mekanisme pengalihan resiko ini ke perusahaan pengelola resiko yaitu perusahaan asuransi.

Apa sih yang dijamin dalam polis asuransi pengangkutan barang ini? Seperti yang saya sebutkan diatas tadi,  sepanjang kerugian yang terjadi bersifat accident,  atau ketidak sengajaan atau tidak terduga,  itu yang dijamin dalam polis asuransi ini.

Namun sebagai perusahaam bisnis,  perusahaan asuransi juga membatasi jaminan yang diberikan yang disebut dengan istilah “pengecualian-pengecualian”.

Dan, untuk menyesuaikan dengan budget konsumen yang akan membeli produk asuransi ini,  asuransi pengangkutan barang dijual dalam tiga paket yang disebut ICC “A”, ICC “B”, ICC “C”. Yang paling luas dan lengkap adalah ICC “A”.

Mengenai pricing premi asuransi pengangkutan tergantung pada beberapa hal berikut ini:
–  jenis barang yang diangkut
–  alat angkut yang dipakai
–   paket asuransi yang diminta
–  deductible yang dikenakan

Selain menentukan premi,  hal-hal diatas juga mempengaruhi diterima atau ditolaknya permintaan asuransi anda.  Contoh: bila perusahaan anda ingin mengasuransikan pengangkutan barang pecah belah,  bisa jadi ada yang menolak.  Kalaupun menerima,  biasanya hanya mau paket ICC “C” aja dan mengenakan deductible yang tinggi.

Namun anda nggak usah kuatir,  persaingan usaha asuransi cukup ketat,  premi asuransi pengangkutan cenderung kompetitif koq.  Namun saran saya,  anda jangan asal beli yang murah saja.  Perhatikan perusahaannya dan pelayanan dari orang-orangnya,  Karena yang paling penting itu sebenarnya pelayanan saat terjadi klaim.  Perusahaan asuransi besar pun tidak menjamin lebih baik dalam pelayanan dibanding perusahaan kecil.

Tips dari saya,  bila ada perusahaan asuransi tetap bertahan dengan penawaran premi yg cukup tinggi dibanding kebanyakan pesaing dan anda tahu pelayanan orang-orangnya baik,  ambillah asuransi dari perusahaan ini.

Bila anda ingin mendapat penjelasan atau konsultasi gratis lebih lanjut bisa hubungi via email atau facebook.  Kami ingin konsumen asuransi Indonesia mendapat pengetahuan yang baik dan benar mengenai asuransi.

Karena Because

Judul ini saya buat karena ingat candaan garing waktu kuliah dulu: Mengapa why selalu always tetapi but dan and tidak pernah never? Maka jawabannya adalah judul diatas.

Namun, judul itu berkaitan dengan yang saya mau sampaikan, tentang sesuatu yang luar biasa, yang telah diterapkan oleh leader-leader top dan perusahaan-perusahaan besar di dalamnya. Wajib baca buat anda yang punya kuasa membuat strategi perusahaan. Bagaimana mereka bisa jadi leader top atau perusahaan hebat padahal sebelumnya di kritik habis, secara teori sebagian diantaranya kurang modal, sebagian lagi kurang pengalaman.

Saya ambil contoh leader yang patut diberi jempol: Jokowi. Jokowi pertama kali jadi sorotan karena kesuksesannya memimpin kota Solo. Namun yang membuatnya sering muncul di media adalah saat terjadi pemboman di salah satu gereja di Solo. Terlihat bagaimana warga Solo begitu respek pada beliau.

Kemenangannya sebagai Gubernur DKI membalikkan semua prediksi. Bayangkan semua lembaga survey menyatakan bahwa Fauzi Bowo punya kans menang bahkan satu putaran. Partai yang dukung pun cuma PDI-P dan Gerindra. Kenapa bisa menang?

Bahkan sampai hari ini pun, setahun lebih pemerintahannya, berdasarkan hasil survey, tingkat kepuasan masyarakat sangat tinggi, bahkan saat dimana semua janji-janji kampanyenya belum terwujud, banjir masih terjadi, kemacetan dimana2 kartu sehat dan kartu pintar pun masih ada kendala. Kenapa masih di sukai?

Inilah rahasianya: Karena because. Kenapa?

“Karena” dan “because” itu sama saja artinya, satu bahasa Indonesia, satu lagi bahasa Inggris. Ini yang saya maksud.

Jokowi mau menjadi gubernur bukan karena jabatan, dia ingin membuat perubahan, membuat Jakarta Baru, istilah yang dipakai saat kampanye. Dan apa yang dia percaya bisa diwujudkan, itulah yang dipercaya orang yang memilihnya.

Jakarta Baru yang bebas dari korupsi, bebas dari kolusi, pemerintah yang merakyat dan yang melayani, pemerintah yang bebas dari belenggu preman dan pengusaha hitam, itu yang diinginkan warga Jakarta.

Impian yang ingin diwujudkan Jokowi sama dengan yang diinginkan warga Jakarta. Tujuannya atau “why” sama, dari sisi yang berbeda, satu sebagai yang akan dipilih sebagai penerima kuasa, satu lagi pemilih yaitu warga Jakarta

Ini dulu yang diyakini pemilih: “why”-nya.
Why-nya sudah sama baru mereka lihat “what”-nya. Jokowi itu “what”nya adalah kalem, merakyat, jujur, tegas. Wakilnya Ahok yang non muslim, keturunan pula – bukan jadi soal buat pemilih – mereka punya “why” yang sama. “What” itu cuma jadi alasan yang disebut, tetapi alasan tersiratnya sebenarnya adalah “Why”nya sama antara warga dan Jokowi.

Sorry, secara kapabilitas (atau “what”nya dalam istilah saya diatas) Fauzi Bowo yang memenuhi syarat tetapi secara “why” Jokowi yang berhasil menginspirasi.

Jadi saat warga pemilih Jokowi datang ke TPS, mereka sebenarnya BUKAN karena “what”nya Jokowi, mereka memilih karena apa yang mereka percayai bisa terwujud oleh Jokowi. Jadi benar judul episode Mata Nadjwa, Jokowi adalah salah satu leader yang menginspirasi.

Hari ini, apa yang warga Jakarta percayai tahun lalu, makin percaya akan terwujud. Itulah sebabnya saat jalan-jalan masih tergenang, macet tambah parah terjadi, namun tingkat kepuasan terhadap Jokowi tetap tinggi, bahkan, polling sebagai capres pun semakin melejit.

Jadi, anda tahu sekarang bagaimana Apple menjadi perusahaan yang paling menguntungkan. Orang rela antri bahkan berjam-jam untuk setiap produk iPhone yang akan keluar. Apple punya “karena because” yang sama dengan orang orang yang mempercayai “why”nya mereka yaitu perusahaan yang hanya menginginkan menciptakan sesuatu yang berbeda, dengan cara berbeda, untuk orang yang punya style. Itulah “why” yang membuat mereka menciptakan produk yang didesign dengan baik dengan kualitas berkelas, after sales service yang pasti berbeda dengan kompetitornya.

Apakah iPhone tidak ada cacatnya? Atau ada yang lebih baik dari sisi spesifikasi? Ada. Namun yang “what”itu tidak berarti apa-apa dibanding “why”nya.

Karena “why” perusahaan itu begitu kuat, sehingga semua produk keluaran Apple selain iPhone, seperti iPad, Mac, Macbook, iPod pasti dibeli orang sengan antusias, padahal harganya terhitung mahal.

Banyak lagi contoh2 perusahaan yang menginspirasi orang-orang mengambil tindakan untuk membeli, yang kadang bukan karena harga, tetapi karena “why” yang sama dengan pembelinya.

Bagaimana dengan perusahaan tempat kita bekerja? Tugas kita mencari why-nya, sehingga modal bukan lagi alasan, SDM bukan lagi alasan, tetapi “why” kitalah yang akan menarik orang untuk membeli produk atau bahkan mengundang profesional terbaik ingin menjadi karyawan di perusahaan kita.

Semua yang saya sampaikan diatas terilhami oleh buku “Start with Why” dari Simon Sinek.