Kasus Prita Ancaman Bagi Konsumen Rumah Sakit

Melihat kasus yang dialami Ibu Prita Mulyasari amatlah memprihatinkan. Sebenarnya banyak loh email-email sejenis yang beredar dari dulu tentang keluhan dan komplain orang tentang pelayanan rumah sakit dan kasus malpraktek lainnya, tapi rupanya Bu Prita ini yang paling sial.

Kata yang lebih pedas dan lebih tidak sopan dibanding emailnya Bu Prita pun banyak. Harusnya ini jadi pelajaran berharga buat rumah sakit dan pembuat peraturan mengenai perlindungan konsumen. Tetapi beruntung juga kasus ini terungkap saat dalam masa kampanye pilpres, sehingga sampai-samapi calon presiden pun datang memberi dukungan. Wuih salut ;-p

Membaca artikel ini soal peraturan mengenai penahanan orang,  saya jadi heran sama oknum penegak hukum kita. Yang buat sistem hukum Indonesia ini jelek bukan peraturannya, tetapi oknumnya. Bayangkan kalau masalah ini tidak sampai ke elit politik.. duuuh.

Semoga hal ini tidak terulang lagi dan menjadi perhatian para penagak hukum kita. Banyak loh orang komplain soal pelayanan rumah sakit khususnya yang berkaitan dengan obat-obatan dan biaya. Inilah kalau Rumah Sakit sudah menjadi lembaga pencari laba, apapun dilakukan demi keuntungan usaha.

Saya sendiri seumur-umur baru sekali rawat inap. Dan nggak akan lagi deh. Pernah juga memengalami pemberian obat yang overdosis dari salah satu dokter di rumah sakit besar, beruntung saya langsung pindah RS lain, kalau tidak ntar saya diduga terkena penyakit yang aneh-aneh.

Saat ngobrol-ngobrol dengan sesama pasien dan pengunjung, banyak yang menyebutkan beberapa RS besar yang memperlakukan pasien seperti Ibu Prita, dan, yang jadi obyek penderita tetaplah si pasien.

Konsumen awam sekali dengan informasi obat-obatan dan diagnosa, sehingga ini sepertinya dimanfaatkan oleh pihak rumah sakit. Hanya keluarga pasien yang “agak cerewet” dan “berani” lah yang bisa mendapat hasil maksimal. Bila pasien tidak ada perobahan, seringkali keluarga pasien memberanikan diri pindah rumah sakit untuk mendapatkan rujukan pengobatan lainnya. Pindah seperti ini tidak gampang, mereka harus mengisi formulir yang menyatakan permintaan dari keluarga pasien, dan RS tidak bertangung-jawab apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan detelah pemindahan itu. Dibutuhkan keyakinan yang tinggi untuk itu, karena hal itu kan semacam ancaman.

Kalau kita tetap pada RS yang bersangkutan dan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, faktor x selalu jadi alasan. Sulit memang, mau menuntut atau komplain malah terjadi kasus seperti Bu Prita.

Harusnya rumah sakit melihat, kalau mau baca-baca buku mengenai marketing, bahwa marketing yang efektif itu dari mulut ke mulut. kalau dokternya bagus, konsumen juga nggak segan-sengan merekomendasikannya ke teman-temannya. Begitu juga sebaliknya, kalau jelek ya pasti tidak direkomendasikan. Semoga jadi pelajaran yang berharga bagi pihak RS untuk tidak menuntut konsumennya.

Namun sekali lagi, konsumen rumah sakit selalu berada dalam posisi yang lemah karena ketidak-tahuannya mengenai prosedur, diagnosa, dan obat-obatan. Hanya pihak RS lah satu-satunya pihak yang bisa menjadi sandaran konsumen RS untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan.

2 responses to this post.

  1. BREAKING NEWS !!!
    JAKSA AGUNG MEMERINTAHKAN MEMERIKSA PARA JAKASA YANG MENUNTUT PRITA, YANG MENURUTNYA
    TIDAK PROFESIANAL.

    TANGGAPAN KEJATI BANTEN ATAS PEMERIKSAAN JAKSA YANG MENUNTUT PRITRA:
    “Kita tidak berbicara siapa yang akan kemudian bertanggung jawab terhadap pembuatan …(BAP),yang penting, tapi siapa yang harus bertanggung jawab mereka yang melakukan tindakan pidana (PRITA). Saya berikan apresiasi kepada jaksa tersebut!!”

  2. HASIL DENGAR PENDAPAT KOMISI IX DPR DGN MANAGEMENT RS OMNI:
    1. KOMISI SEMBILAN TIDAK PUAS DENGAN JAWABAN DARI PIHAK RS OMNI
    2. MENGUSULKAN PENCABUTAN IZIN OPERASIONAL RS OMNI
    3. MENCABUT TUNTUTAN RS OMNI KEPADA PRITA MULYASARI
    4. RS OMNI HARUS MINTA MAAF SECARA TERBUKA KEPADA PRITA MULYASARI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: