Butet, Dia Bukan Budayawan

Siapa yang tidak kenal Butet Kertaredjasa? Salah satu ‘budayawan’ Indonesia yang sering tampil di acara TV  tanah air. Tetapi menonton monolog-nya semalam di acara Deklarasi Pemilu Damai yang diselenggarakan KPU, seketika itu sandang “budayawan”-nya saya kasih tanda petik.

Seorang budayawan menurut saya – maaf loh kalau salah, maklum orang awam – adalah orang yang berbudaya. Berbudaya itu artinya berbudi pekerti yang tinggi, punya wawasan yang cukup luas, sopan, santun, dan punya tata krama. Sekali lagi ini menurut saya.

Dalam Deklarasi Pemilu Damai kemarin, justru nilai “budayawan”-nya Pak Butet justru terlihat. Ternyata nilainya, hhm, nol, kalau tidak bisa dibilang minus.

Sebagai seorang budayawan, harusnya Pak Butet ini bisa melihat, bahwa acara yang sedang dilangsungkan adalah Deklarasi Pemilu Damai, tentu acara yang dihidangkan harusnya menimbulkan kedamaian, bukan kampanye untuk menyudutkan salah satu pihak yang kebetulan adalah seorang yang sedang menjabat sebagai Presiden RI. Ingat loh, Presiden RI.

Dimana muka bangsa kita, saat mengungkapkan kritikan dengan bahasa sindiran tepat di muka Presiden RI. Orang Malaysia mungkin tertawa melihatnya, makanya mereka pun seenaknya bisa bolak-balik masuk Blok Ambalat. Wong, orang Indonesianya sendiri aja sikapnya seperti itu disepan hidung Presidennya. Begitukan budaya Indonesia? Sedih saya. Terpanggil rasanya nasionalisme. Emang monolog sindiran budaya kita?

Harusnya Pak Butet kalau benar-benar budayawan, punya tata krama kapan dan dimana waktu yang tepat untuk meng-kritik dan berkampanye.

Maaf ya mas, saya ini orang yang hormat sama orang yang lebih tua, gimana pun kita tidak setuju dengan orang yang lebih tua, tetap rasa hormat itu harus ada.

Di akhir monolog, oma Titiek Puspa sempat berkata bahwa monolog itu pesanan salah satu capres. Hhm, apa ini karena uang? Melanggar predikat budayawannya hanya karena dikontrak oleh salah satu capres, mungkin dengan bayaran wow. Saya masih berharap tidak.

But, btw (by the way), selamat ya Pak Butet, anda telah menjadi Politikus.

Nah ini sedikit info biar ada pemikiran buat yang lain, yang ini pendapat Pak Butet tentang SBY dan yang ini pendapat salah satu tim pendukung SBY yang menurut saya ada benarnya, dan lihat bagaimana komentar salah satu pendukung tim Mega disini yang menurut saya agak keterlaluan “respon dari masyarakat sangat bagus”, masyarakat mana ya?

3 responses to this post.

  1. bagusnya milih siapa ya pak di pilpres nanti ?

  2. Jika ia berbicara tentang ketidakbenaran, maka Butet telah kehilangan esensi budaya.
    Jika ia berbicaraq tentang kebenaran, agar bapak-bapak capres termasuk SBY agar sadar bahwa ada yang keliru, semestinya SBY berterima kasih karena ada orang yang memperhatikan kebijakannya.

  3. Posted by :enry on Juni 14, 2009 at 11:54 am

    @nusantaraku
    Kalau ‘nusantaraku’ baca dengan lebih teliti, bukan soal kritikannya, tetapi ruang dan waktunya yang salah.
    @christon
    Sepertinya saya mengerucut jadi dua pilihan, no 2 dan no 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: