Marzuki Alie, Media dan Politik

Mendengar, membaca, melihat berita baru-baru ini membuat saya jadi pengen nulis ini.

Salah satunya adalah soal bagaimana opini Marzuki Alie yang (katanya) tentang pembubaran KPK. Lagi-lagi saya tergelitik.

Marzuki Alie bukan sekali ini saya buat pernyataan kontroversial. Tetapi berkali-kali. Awal-awal beliau buat pernyataan kontroversial buat saya kaget, koq ketua DPR kayak gitu sih.

Dasar memang saya tipikal orang yang tidak mudah percaya segala hal, saya coba pelajari. Kalau beliau bisa terpilih jadi Ketua DPR tentu bukan hal yang gampang, ada proses, pengalaman, historical carreer yang membuat beliau tidak ujug-ujug jadi Ketua.

Begitu juga saat beliau buat pernyataan. Saya lihat koq beda ya dengan pernyataan aslinya dengan yang dituliskan di media? Seperti diplintir. Yap, memang diplintir.

Trus koq banyak komentator, politisi, ahli juga sependapat dengan tulisan media dan ikut mencecar bahkan mencaci maki sang Ketua.

Hanya ada dua kemungkinan. Saya (dan orang-orang yang sependapat dengan saya) bahwa pernyataan Marzuki Alie kebanyakan normal dan wajar. Atau orang yang berpendapat sebaliknya.

Oke, mulai dari pendapat saya dulu deh. Alasan saya bahwa pernyataan Marzuki Alie adalah biasa saja dan normal, karena saya MENDENGAR dan MELIHAT secara lengkap / utuh bagaimana setiap pernyataannya. Kenapa saya bela-belain? Karena saya ingin mendapat yang pasti, yang jelas, sehingga saya menilai orang bukan berdasarkan apa yang dia katakan -sepotong- tetapi lihat track recordnya juga.

Sekarang di pihak yang bersebrangan dengan pendapat saya. Ada dua kemungkinan juga, yaitu orang yang tidak terlalu cerdas (maaf) atau orang yang terlalu pintar memanfaatkan situasi.

Yang termasuk orang yang “tidak cerdas” adalah orang-orang yang dengan mudah dan gampang menerima informasi media tanpa menelaah. Sorry to say, inilah orang2 yang diincar media. Orang akan ramai menonton, membaca, visit media2 seperti ini, yang tujuannya tentu saja bisnis, yaa iklan kan jadi kenceng kalo ada berita kontroversial.

Yang termasuk orang2 terlalu cerdas untuk memanfaatkan situasi ini adalah biasanya para politisi. Kesempatan tampil di media dan kesempatan menjatuhkan lawan politik. Ada juga komentator atau yang hidup dari hal ini, diundang media, atau jadi pembicara membedah hal ini..duit mengalir.

Apa pointnya? Selalu ada pihak2 yang diuntungkan dan ada pihak2 yang dirugikan. Ini terjadi bukan terhadap Marzuki Alie saja, tetapi juga hampir semua pejabat-pejabat terutama yang mendapat simpati publik, akan berusaha dicari kesalahan, sebagian besar hanya untuk mengeruk keuntungan, bukan perbaikan.

So, ini artinya apa? Artinya para pihak yang mengeruk keuntungan sama sekali tidak punya rasa nasionalisme dan patrotisme, semua diukur dengan keuntungan (uang). Apa beda mereka dengan koruptor.

Saya tidak perlu mengajarilah bagaimana pengomentari pernyataan Marzuki Alie dengan cara seorang negarawan. Saya yakin pada tahu. Yang saya inginkan, tolonglah mengutamakan kepentingan negara dulu daripada partainya masing-masing.

Komentarilah pernyataan pejabat lain dengan bijak (tapi pasti nggak bakal masuk media ya? Hehe) sehingga rakyat terutama yang pengetahuannya terbatas akan jadi tenang dan… Bercayalah bila anda bijak rakyat juga akan memilih anda.

Saya percaya pak Marzuki Alie dan beberapa pejabat2 lain adalah orang-orang baik. Mungkin yang sedikit dibenahi hanya tata bahasa yang digunakan sehingga bisa diplintir orang lain. Tahu khan media berita sekarang banayk dimiliki orang-orang yang sangat berkepentingan dengan politik Indonesia?

Ayo, kawan sebangsa, jangan ikut-ikutan, ayao kita bangun negeri dengan semangat positif dalam segala hal. Mudah2an Indonesia bisa maju di tangan generasi berikutnya! Amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: