Jangan Hina Bangsa Sendiri bro!

Siapa diantara anda yang lahir setelah tahun 70an?

Saya rasa hampir semua. Why? Karena biasanya pengakses internet berusia sekitar 30an tahun paling tinggi.

Apa yang anda rasakan di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Indonesia yang ke 66 ini. Hambar gak? Biasa aja gak?

Ada yang bilang hambar, ada yang bilang tidak. Saya sih kelompok yang bilang hambar, tapi.. Bukan saya tidak cinta Indonesia!

I love Indonesia full! So, knapa sih saya gak ngerasa gimanaaaa gitu? Yups karena rasanya kita masih dijajah oleh karakter bangsa penjajah kita atau kebudayaan lain. Kebudayaan Indonesia belum merdeka bung!

Saya yakin banyak yang sependapat dengan saya! Saya salut sama Mas Pandji Pragiwaksono (@pandji) yang menelurkan ebook Nasional.Is.Me. Anda harus baca tuh. Seperti itulah dalam pikiran saya.

Heran saya pada banyak orang, terutama pengamat, atau apalah istulahnya yang banyak ngomong di TV-TV itu. Apa kata mereka? Negara sudah hancurlah, semua tidak ada yang bisa dipercayalah, DPR brengseklah, Pemerintah koruplah, pokoknya macam-macam kata yang menjelekkan bahkan menghina bangsanya sendiri. Layakkah mereka menjadi bagian dari bangsa ini?

Ada yang bilang, loh wajar dong berpendapat mengungkapkan apa yang salah? Memang begitu kan keadaannya? Bla..bla..bla..

Bung, tolong dong kasih komentar yang benar sedikit. Jangan bombastis. Jangan dilebih-lebihkan dan jangan dikurang-kurangkan. Salah satunya Akbar Faisal, bilang negara ini sudah diambang kehancuran? Kata siapa bung? Ada lagi Fadjroel yang bilang udah tidak layak pemerintah sekarang? Siapa? Presidennya? Atau aparatnya? Pemerintah tuh punya jenjang wewenang, ada ribuan aparat pemegang kuasa disana. Tidak bisa anda menyalahkan satu gubernur bahkan presiden sekalipun yang bersalah.

Kalau anda jadi presiden trus ada kelaparan di Papua sana, anda saya salahkan, mau?!

Brothers, berapa banyak masyarakat golongan menengah di Indonesia? Berapa banyak golongan rakyat miskin di Indonesia? Bandingkan di Negara maju sekalipun, masih banyak koq rakyat miskin. Anda mengharapkan negara tanpa rakyat miskin? Mustahil pak.

Kalau tidak ada yang miskin, tidak ada yang kaya pak. Kalau semuanya jadiorang kaya, siapa yang jadi pembantu?

Makanya ada pelajaran motivasi dan cara-cara hidup supaya sukses, supaya si miskin terangkat derajatnya dengan usahanya – bukan pemerintah loh- maka dia akan maju. Masih ingat kasus BLT? Begitulah orang-orang miskin yang sesungguhnya. Miskin nurani dan miskin mental, maunya disuapi terus. Maunya dikasih uang terus dan ribut bila tidak dapat.

Ratusan ribu kisah sukses orang dari miskin jadi kaya karena mereka memang MAU, kenapa anda-anda meributkan yang tidak mau maju?

Ributkanlah yang korupsi. Bantu cari solusi, bukan berprasangka. Jangan ngomong doang, kasih bukti, banti cari bukti kalau orang2 yang anda sangkakan memang penjahat.

Ingat loh anda juga penjahat kalau menuduh orang salah tanpa bukti. Apalagi sampai akhirnya tidak terbvukti. Jelas anda punya agenda tersembunyi khan??

Tolong berhentilah.

Kelakuan anda hanya merusak mental orang-orang yang kebanyakan tidak bisa memilah aman fakta dan opini. Apa maksud anda?? Mengarahkan mereka padas tujuan-tujuan tertentu???

Anda layak disebut penghianat bangsa. Kasihan di pemerintahan dan DPR yang memang sungguh-sungguh bekerja jadi terganggu dengan celoteh anda.

Majulah Indonesia. Mari kita bersama-sama mewujudkan Indonesia yang kita inginkan!

Caranya: Dukung program-program pemerintah. Percayakan pada mereka. Laporkan oknum-oknum bermasalah. Buatlah proposal-proposal untuk perbaikan sistem negeri ini. Ambil tindakan-tindakan taat hukum buat anda sendiri di negeri sendiri. Jangan biarkan percaloan atau komisi anda berikan pada pejabat atau anggota DPR, kalau anda kalah dalam tender, percayalah pada Tuhan, berkat akan mengalir pada anda sesuai dengan ridho-Nya.

Jang lagi ngomong si A salah, si B salah. Investigasi, kumpulkan bukti, serahkan ke aparat, sambil itu anda umumkan ke publik tujuannya supaya mengawasi prosesnya dan menambah informasi. Baru jempol saya ke atas buat anda!

Cara anda sekarang tidak lebih sama dengan penjahat, supaya popularitas anda meningkat, terlihat membela rakyat.. Fuih, kita sudah muak melihatnya, karena TV aja butuh anda untuk membuat TV nya menarik. Ingat tujuan TV khan bisnis, komersial. Anda memenitingkan penghasilan dari TV-TV ini atau anda mementingkan kepentingan Negara? Jangan talk only, tapi action!

Selamat Hari Kemerdekaan!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: