Doing the right things atau doing things right?

Apakah anda pernah dengar kalimat dalam judul dia atas? Belum? Atau sudah dengar tetapi anda bingung maksudnya?

Selamat! Artinya kita tidak jauh beda.. hehe. Yap, awalnya saya juga bingung, tapi kemudian saya coba cari-cari di google, akhirnya saya rangkum seperti nanti akan saya uraikan.

Namun sebelum ke situ, saya jelasin dulu reason nya kenapa saya sampai bela-belain menuliskan ini.

Tipikal saya adalah seorang perfeksionis. Jadi keteraturan adalah hal yang sangat penting. Anak saya yang perempuan berbeda tipe. Asal-asalan dan sesukanya. Jadi seringkali saya marah kalau pulang sekolah menaruh sepatu disembarang tempat, kalau habis ambil barang-barang atau mainan tidak dikembalikan pada tempatnya.

Satu hal lagi yang bikin saya gemas, kalau saya suruh merapikan, selalu tidak dengan efisien dan terlihat ribet walau saya tahu hasilnya memang rapih juga. Banyak hal lainlah yang kira-kira mirip yang membuat saya jadi penasaran.. sampai-sampai akhirnya ketemu istilah ini.

Terjemahan kasar versi saya untuk istilah ini adalah: doing the right things = melakukan hal-hal yang benar, doing things right = melakukan hal-hal dengan benar.

Saya coba memahami pengertian-pengertian ini untuk memahami anak saya. Akhirnya saya paham, untuk tujuan kerapihan, harusnya saya tidak boleh terlalu mempedulikan detail, yang penting tujuannya tercapai.

Eits, ini belum selesai. Ada yang yang ingin saya sampaikan. Istilah ini justru saya dapat dari literatur tentang bisnis. Banyak yang pro dan kontra dengan istilah ini. Ada yang dukung doing the right thing, tapi juga ada yang mendukung doing thing right. Yang mendukung doing thing right mengatakan bahwa kalau segala sesuatu dikerjakan dengan benar, maka hasilnya pasti benar.

Tetapi pendukung doing the right things mengatakan bahwa melakukan hal-yang benar walau tidak dengan cara yang tepat akan lebih efisien dari segi waktu dan hasil.

Contoh yang pernah terjadi:
Sebuah tim penjualan diwajibkan melakukan kunjungan ke customer seminggu minimal 4 kali ke 4 tempat yang berbeda dalam satu hari. Dimulai dari jam 9 pagi dan pulang ke kantor jam 4 sore. Hampir 80% melakukannya dan itu terlihat jelas dan buku daily activity yang ditandatangani customernya.

Tim penjualan yang lain juga melakukan hal yang sama yaitu kewajiban kunjungan namun tidak ada kewajiban waktu dan kewajiban mengisi buku daily activity.

Namun apa yang terjadi? Omset penjualan tim yang tidak melakukan kewajiban yang detil justru lebih baik. Mengapa?

Tim yang pertama fokus melakukan kewajibannya dengan benar (doing things right), sedangkan tim yang kedua fokus mendapatkan hasil (doing the right things) tanpa terikat dengan aturan/cara-cara yang detil. Keduanya sebenarnya sama-sama menghasilkan, yang satu menghasilkan “kerja” sedangkan tim kedua menghasilkan “omset”.

Seringkali perusahaan terjebak dengan istilah-istilah ini, bahkan mencampur-adukkan kedua istilah diatas. Khususnya di dunia marketing, harus ada pemahaman dalam penerapan. Sebagai contoh: untuk customer-customer yang sudah terikat atau existing harus lebih banyak dilakukan “doing things right”. Namun buat customer-customer yang masih belum blend dengan tim marketing kita, haruslah lebih pada “doing the right things” seperti fact finding, meet the customer need, dll.

Masih banyak contoh-contoh penerapan dalam dunia marketing.

Sebagai manager perusahaan kita harus memahami hal ini. Dua pendekatan itu tidak ada yang salah, yang di perlukan adalah kecermatan penerapan kapan diperlukan doing things right dan kapan harus doing the right things.

Akhir kata, ternyata istilah-istilah simpel dan beti (beda tipis) ternyata punya makna yang mendalam dan penerapannya ternyata berbeda-beda.

Salam sukses!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: