Kontroversi Agama Tidak Akan Pernah Berakhir (2)

Bulan-bulan ini isu soal agama sedang ramai diributkan di sosial media. Terutama sejak Jokowi terpilih jadi Presiden dan wakilnya Basuki Tjahja Purnama otomatis akan menggantikan posisi pak Jokowi.

FPI dan sifat Ahok berhasil membuat kutub yang jelas khususnya antara agama Islam dan Kristen. Masyarakat pun mulai bereaksi. Khususnya umat muslim sebagai pemeluk agama mayoritas punya dua kelompok besar yang berbeda pendapat.

Yang satu mendukung dinamika perubahan khususnya mengenai pejabat non muslim, sedang yang lain ingin dihargai sebagai umat yang mayoritas.

Akhirnya berbagai macam link pun saling share di medsos untuk mendukung pendapat yang satu untuk mematahkan argumen pendapat yang lain.

Bahkan sudah semakin vulgar menuduh kelompok yang satu dengan yang lainnya.

Tentu sebagai umat Kristen saya lebih pro ke umat Islam yang lebih liberal yang menghargai perbedaan, bukan yang eksklusif Islam atau Islam militan.

Tetapi bukan itu yang ingin saya sampaikan di sini.

Seperti judul yang saya tulis, agama akan selalu menjadi kontroversi, bukan hanya antar agama, bahkan di dalam agama itu sendiri pun terjadi kontroversi.

Pembagian brosur dan souvenir lainnya dengan maksud mengenalkan agama Kristen seperti dalam tayangan Car Free Day saya yakin banyak pemeluk Kristen pun tidak setuju upaya penyebaran “kabar baik” seperti itu. Sama halnya dengan ketidaksetujuan sebagian umat Islam dengan cara-cara FPI menunjukkan ke”Islam”an di Indonesia.

Terus bagaimana solusinya menghadapi kontroversi ini?

Umat manusia hanyalah titik-titik debu di jagat alam raya ini. Ukuran Bumi ibarat bola golf dan bola basket bila dibandingkan dengan Jupiter, bagaimana dibandingkan dengan matahari, bagaimana dengan galaksi, bagaimana dengan jagat raya?

Persoalan perbedaan agama jadi tidak ada artinya di Mata Tuhan semagai pemilik jagat raya ini. Agama yang satu dengan yang lainnya jadi tidak berarti di hadapan Tuhan.

Apakah tidak terpikir bahwa Tuhan sendiri yang menciptakan perbedaan? Apa tidak terpikir bahwa mungkin juga satu agama yang benar, tetapi Tuhan tidak beritahu agama apa itu, ternyata Tuhan hanya ingin tahu bagaimana cara kita memeluk/meyakini agama tersebut?

Jadi, yang terbaik adalah, jalankanlah agama kita masing-masing, dengan sebaik-baiknya menurut keyakinan masing-masing. Biarlah orang lain tertarik masuk ke agama yang anda peluk karena keyakinannya sendiri. Jangan coba-coba menarik orang lain ke agama anda, eh malah anda yang tidak masuk sorga. Janganlah menuduh orang kafir, eh malah nanti Tuhan yang membuang anda ke neraka.

Semua agama mengajarkan perbuatan baik. Lakukan saja itu. Semoga perbedaan bukan jadi alat untuk berdebat sehingga menjadi kontroversi yang tidak akan pernah berakhir.
Berusahalah untuk ingin tahu agama lain, sehingga begitu anda mengetahuinya, ada dua akibat, anda semakin kuat dalam iman dengan agamamu, atau berpindah keyakinan. Dan tidak ada yang tersakiti, karena itu hak yang Tuhan berikan buat anda.

Baca juga kontroversi agama versi yang lama. Dimana anda bisa lihat bagaimana komen positif orang mengenai pemikiran ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: